Menindaklanjuti laporan realisasi
13 Oktober 2025
pendataan dan pemantuan kinerja konvergensi stunting
periode triwulan ke-III tahun 2025, menunjukkan masih rendahnya capaian secara nasional dari
target 30.000 desa berkinerja baik, baru tercapai 19.669 desa memiliki nilai konvergensi diatas
40% serta untuk meningkatkan konvergensi pencegahan dan percepatan penurunan stunting di
Desa, maka Direktorat Pengembangan Sosial Budaya dan Lingkungan Desa dan Perdesaan
melalui dukungan Program INEY Tahap 2 melakukan monitoring dan evaluasi di 8
(delapan)Provinsi, yaitu Provinsi Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, D.I Yogyakarta,
Jawa Timur,Kalimantan Barat, Bengkulu dan Jambi untuk mendalami peran Tim Percepatan
Penurunan Stunting (TPPS) daerah (Provinsi dan Kabupaten) khususnya dalam
mendukung
kinerja TPPS
desa
untuk mewujudkan konvergensi di tingkat desa,
mengidentifikasi tindak lanjut hasil bimtek, memetakan kondisi dan kendala pemanfaatan
aplikasi e-HDW, serta memberikan rekomendasi perbaikan berdasarkan temuan di tingkat
provinsi, kabupaten hingga desa.
Forum Group Discusion (FGD) bersama OPD DP3AP2 berkenaan dg laporan TPPPS provinsi Jambi apa yg sudah dilakukan dan bagaimana hubungan dg TPPPS Kecamatan dan TPPPS Desa ,apa yg telah di laksanakan melalui Fasilitasi TPP secara berjenjang khusus nya dg sumber DD . dilanjutkan dg FGD dg OPD provinsi ,iney dan kemendes, TAPM provinsi dan TAPM Kabupaten untuk melakukan diskusi upaya upaya percepatan penurunan stunting yg di lakukan baik spesifik maupun sensitif.ada diskusi peserta dg tim kenendesa agar angka stunting yg meningkat dari 13% menjadi 17% ini dapat di dukung penuh dg peran TPPPS secara berjenjang.Rekomendasinya adalah rembuk stunting di tingkat provinsi yg terintegrasi dg rembuk stunting kabupaten , kecamatan dan desa sehingga hasil rembuk stunting dapat di laksanakan dalam dokumen perencanaan dan penganggaran desa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar