Rabu, 01 April 2026

Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Kecamatan Sekernan


 SEKERNAN – Mengawali kalender kerja tahun 2026, Pemerintah Kecamatan Sekernan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) lintas sektoral perdana di aula kantor kecamatan. Pertemuan strategis ini memfokuskan pembahasan pada sinkronisasi anggaran, penguatan pelayanan publik, serta target ambisius penurunan angka stunting.selasa 31/03/2026

​Camat Sekernan, Kaldhuni, S.H., dalam arahannya menekankan pentingnya sinergi antara seluruh pemangku kepentingan agar program kerja tahun ini berjalan tepat sasaran dan berdampak langsung pada masyarakat 

​Dalam kesempatan tersebut, Kaldhuni secara khusus meminta seluruh pendamping program yang hadir untuk memaparkan rencana kerja (action plan) mereka sepanjang tahun 2026.

Saya instruksikan kepada seluruh pendamping program, baik itu PKH, MBG, maupun pendamping desa, untuk menyampaikan secara transparan apa saja agenda dan target di tahun ini. Kita ingin semua gerakan di lapangan terintegrasi dengan visi besar kecamatan," tegas Camat Sekernan.

​Rapat yang berlangsung dinamis ini menyoroti tiga pilar utama pembangunan di tingkat kecamatan:

  1. Percepatan Penanganan Stunting: Menjadi prioritas nasional, penanganan stunting di Sekernan akan melibatkan kolaborasi intensif antara TP-PKK, Pendamping MBG (Makan Bergizi Gratis), dan tenaga kesehatan.
  2. Kesiapan Dana Desa Tahap I: Kades dan Sekdes diingatkan untuk segera merampungkan administrasi agar penyaluran Dana Desa tahap pertama dapat dilakukan tepat waktu guna menggerakkan ekonomi desa.
  3. Evaluasi Program Strategis: Melakukan pemetaan terhadap kendala tahun lalu guna meningkatkan kualitas pelayanan publik di setiap lini.
  4. BUMDES : Segera untuk di tindak lanjuti terkait dengan Laporan Keuangan BUmdes dan Kagiatn Pemeringkatan BUMDES dan BUMDESA Bersama

​Pertemuan ini menjadi istimewa karena dihadiri oleh seluruh elemen penggerak desa. Selain jajaran Camat, tampak hadir:

  • Tenaga Ahli (TA) Kabupaten Muaro Jambi dan Pendamping Desa
  • Pengurus Kopdes dan Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH).
  • Pendamping MBG (Makan Bergizi Gratis) yang menjadi garda depan nutrisi anak.
  • ​Seluruh Kepala Desa (Kades)Ketua BPDSekdes, serta Ketua TP-PKK se-Kecamatan Sekernan.


​Melalui Rakor ini, diharapkan muncul kesamaan persepsi dalam mengeksekusi anggaran. Ketua BPD dan Kepala Desa berkomitmen untuk mengawal penggunaan Dana Desa agar selaras dengan hasil evaluasi program strategis yang telah dibahas.

​"Kita ingin 2026 menjadi tahun prestasi bagi Sekernan. Dengan data yang akurat dari para pendamping dan eksekusi yang kuat dari pemerintah desa, kita optimis kesejahteraan masyarakat akan meningkat," tutup Kaldhuni.


Sumber : https://www.jambi24.com/2026/03/akselerasi-pembangunan-2026-camat.html

Kamis, 19 Februari 2026

Marhaban Ya Ramadhan


 Assalamualaikum, Wr. Wb
Keluarga Besar Tenaga Pendamping Profesional (TPP)
Kabupaten Muaro Jambi
mengucapkan
Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan 1447 H

Semoga Allah senantian memberikan keberkahan, kesehatan dan Kekuatan untuk menjalankan ibadah  untuk kita semua... Amiiiinnnnn

Senin, 26 Januari 2026

Membaca Dana Desa dengan Hati

 


"Dana desa tidak pernah sekadar angka; ia adalah denyut kecil yang menjaga harapan desa agar tetap hidup."

Beberapa hari lalu, aku duduk membersamai pemerintah desa, BPD dan warga dalam sebuah musyawarah desa. Ruang itu sederhana, tetapi penuh rasa. Dua agenda yang seharusnya terpisah—penetapan BLT Dana Desa dan pembahasan rancangan APBDes—harus disatukan. Bukan karena abai pada aturan, melainkan karena keadaan memaksa. Anggaran yang menyusut membuat desa belajar kembali tentang arti cukup, tentang memilih, tentang merelakan beberapa hal, termasuk honor para kader kesehatan yang dirampingkan dengan berat hati.

Di tengah musyawarah, suara warga mengalir pelan namun jujur. Ada kegelisahan tentang masa depan desa jika pengurangan anggaran ini terus berlangsung. Kekhawatiran itu lahir bukan dari prasangka, melainkan dari pengalaman. Mereka telah merasakan bagaimana pembangunan menyentuh hidup mereka—air bersih yang kini mengalir ke rumah, layanan kesehatan yang kembali bernyawa, dan rasa diperhatikan oleh negara. Maka wajar jika hati mereka gentar saat harapan itu terasa goyah.

Kita tak bisa memungkiri, dana desa punya dua wajah. Ada desa yang tumbuh dengan baik, ada pula yang tersesat dalam pengelolaannya. Karena itu, mari bicara dana desa apa adanya, bukan ada apanya. Dana desa bukan janji tentang kesempurnaan, ia hanyalah alat—seperti cahaya kecil di ujung lorong. Terang atau redupnya sangat bergantung pada siapa yang memegangnya, dan dengan niat apa ia diarahkan.

Sejatinya dana desa hadir untuk mengangkat desa dari sekadar objek menjadi subjek pembangunan. Posyandu yang dulu nyaris tinggal nama kini kembali menjadi ruang harapan bagi ibu dan anak. Air bersih yang dahulu terasa jauh, kini hadir di rumah-rumah warga. Dana desa bekerja dalam senyap, menyentuh hal-hal kecil yang justru paling bermakna. Ia memberi oase, memberi jeda, memberi keyakinan bahwa desa tidak sendiri.

Ketika anggaran berkurang, sesungguhnya cinta pada desa sedang diuji. Bukan untuk mengeluh, melainkan untuk lebih jujur dan arif.
Kepemimpinan diuji bukan saat segalanya tersedia, tetapi ketika keterbatasan datang mengetuk pintu. Musyawarah pun seharusnya menjadi ruang saling memahami, tempat negara dan warga duduk setara, berbagi kegelisahan dan harapan.

Membaca dana desa dengan hati berarti mengelolanya dengan kasih dan nurani, sebab pada akhirnya yang ingin dijaga bukan hanya angka dalam APBDes, melainkan kepercayaan, martabat, dan masa depan desa yang kita cintai.**

Penulis; Hamadin Moh.Nurung
Sumber : https://www.facebook.com/hamadin721107/

Selamat Hari Desa Nasional Tahun 2026 15 Januari 2026


 

Selasa, 16 Desember 2025

Pembahasan Draft Peraturan Bupati Kabupaten Muaro Jambi

 


Rapat Terbatas Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Desa (TAPM) Kabupaten Muaro Jambi bersama Baperida terkait dengan pembahasan Penyusunan draft Perbup Kabupaten Muaro Jambi Terkait dengan mekanisme pengajuan Usulan dan Aspirasi Masyarakat dan Pokok Pikiran Anggota DPRD Kabupaten Muaro Jambi 

Senin, 15 Desember 2025

Pelatihan Kader Pembangunan Manusia (KPM) Kabupaten Muaro Jambi


 

Kader Pembangunan Manusia (KPM) adalah tokoh masyarakat terpilih di desa yang peduli dan bersedia membantu pemerintah desa dalam memfasilitasi, memantau, dan mengawasi program pembangunan sumber daya manusia, khususnya fokus pada percepatan penurunan stunting melalui konvergensi layanan kesehatan, pendidikan, dan sanitasi bagi 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK)

Pelaksanaan kegiatan pelatihan Kader Pembangunan Manusia (KPM) ini dilaksanakan oleh Dinas PMD Kabupaten Muaro Jambi Tahun 2025 dengan peserta dari dua kecamatan yaitu kecamatan Sekernan dan Kecamatan Maro Sebo yang desanya masih rendah untuk progres penginputan EHDw.

diharapkan dengan adanya pelatihan ini dapat memberikan manfaat bagi kpm untk pemahaman yang lebih baik dalam pengisian EHDw



Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Kecamatan Sekernan

  ​ SEKERNAN   – Mengawali kalender kerja tahun 2026, Pemerintah Kecamatan Sekernan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) lintas sektoral perda...